Sabtu, 13 Juni 2009

TELEVISI, REMAJA DAN FASHION

Aduh nervous nieh. .
pertama kalie bikin tulisan yang di muat di blog. . .tapi aku coba deh buat numpahin pemikiran ku buat di baca orang. . he. . he. .


"Yang Penting Penampilan", merupakan prinsip yang telah dibangun oleh media televisi yang berhasil membelokkan pemikiran remaja kita menjadi remaja yang konsumtif dan mendewakan penampilan luar, tanpa memperhatikan sisi terdalam manusia yaitu hati nurani.

Generasi muda sekarang begitu bangga dengan merek" mahal dan ternama. dan lebih parah lagi selalu menilai seseorang dengan merek yang dipakainya. Dengan kata lain hanya menilai simbol dan statusnya (picik bgd ya, tapi itu faktanya loh).

Sebagai mahasiswa di jurusan komunikasi , aku sangat merasakan dan menyadari peran media TV dalam membentuk pribadi remaja yang "seragam". Setiap hari media TV selalu membahas dan menampilkan mengenai fashion serta dan selebritis yang selalu pamer dengan penampilannya.

Apakah Anda mengetahui mengapa trend fashion di Indonesia cepat sekali berubah?

Sebelumnya aku juga belum tau kenapa, tapi akhirnya aku dapat mengetahui salah satu sebabnya yaitu fashion di Indonesia masih berkiblat pada fashion di Eropa yang memiliki 4 musim , dimana pada setiap awal musimnya diadakan pagelaran busana sehingga dapat dikatakan bahwa di Eropa dalam 1 tahun terdapat 4 kali pergantian fashion untuk menyambut setiap musim. Dan parahnya, Indonesia yang hanya memiliki 2 musim mengikuti irama fashion mereka ,sehingga kita "dipaksa" seolah memiliki 4 musim dan "pemaksaan" ini terjadi akibat eksploitasi media TV terhadap fashion dengan menggunakan agen-agen fashion yaitu para selebritis yang berlalu lalang di layar kaca. Akibatnya para remaja menjadi korbannya. Temanku pernah bercerita bahwa dalam 1 bulan dia menghabiskan lebih banyak uang untuk kebutuhan fashion daripada untuk keperluan kuliah. G' usah jauh ke temen aku deh ,lha wong aku sendiri jadi korban fashion. waktu itu aku membeli sebuah celana motif kotak" yang lagi ngetrend banged, udah nabung buat beli tuh celana pe' ngirit uang makan n pulza, eh g' tau nya 2 bulan kemudian celana itu dah g' ngetrend berganti dengan motif garis'. Alhasil, aku pajang aja deh itu celana di lemari, mau aku pakai takut di bilang katro'.

Begitu hebatnya media Televisi hingga mampu mengatur "ritme" seluruh remaja. Kita para Remaja telah di "jebak" oleh pola yang di buat Televisi. . .


Ugghh . . . betapa bodohnya aku. . . ;(

4 komentar:

  1. hahahaha...kacian....
    akhirnya km ngaku jg lo km bego ya?????

    gni yaa... saran q ngapaen kita terlalu mengikuti trend....

    kt ga perlu ngikutin smua trend itu, kt cukup ciptakan suasana yg dpt kt jdkn trend kt, mksdnya km cptakan gaya mu sendiri.
    Kn tinggal pake kaos n celana jeans, ga perlu lh kt hrs ikt2an mslnya org pke baju kotak2 kt jg pke, smpe kpnpun yg nmanya kaos ga akan prnh ada matinya...

    tp kt jg hrs mementingkan wrna apa yg kt pke, kt bs ikutin wrna yg lg ngetrend tp sebaiknya dr sekian bnyk wrn yg ngetrend yaaa di pilah2 lh yg mana wrna2 yg g akan dimakan oloeh ektu secara cpt.....

    BalasHapus
  2. kalo menurtq, qta mengikuti trend itu wajar..
    ngga munafik iia, qta ngga mw dibilang katro' kn? ky yg km tulis d artikel..

    tp emang efek tv hebat banged, bisa nyetir otak remaja palagi mengenai pesion. huh!

    BalasHapus
  3. apa ia.. efek tv apalagi fashion dulu pernah aku liat dan sempet bikin geleng2 kepala.. Masa, anak SMP ke sekolah pake kaos kaki yang belang warna-warni,, roknya pendek2, persis kaya di sinetron Bawang Merah Bawang Putih (waktu itu).. Mereka itu anak SMP di daerah terpencil.. Ngenes baget liatnya.. justru efek yang keliatan banget tuh, di daerah2 yang jauh dari keramaian, mereka pengen diakui sama kaya' anak kota versi mereka. Ya dari sinetron yang pakeannya gtu2..

    BalasHapus
  4. yah itulah realita yang harus di hadapi saat ni...demam fashion dan gaya hidup dari media tv seakan uda nyihir kabiasaan hidup sebagian orang manjadi ikut-ikutan y g?but menurutku sich ikut-ikutan bukan hal yang nyaman yah coz secara g langsung kita kehilangan sebagian identitas diri...alias ciri khas qt euy ...kmen ke q dunk wahyu hehehehe

    BalasHapus